Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Maret 2015

Farhat Abbas Siap Bela Haji Lulung Sampai Mati

Siapa yang tidak kenal dengan pengacara Farhat Abbas?
Fenomena Abraham Lunggana atau lebih dikenal dengan Haji Lulung memang sedang membara. Tak sedikit yang mencibir dan menjadikan anggota DPRD ini meme lucu di mana-mana.
Bahkan gara-gara jadi bahan pembicaraan di sosial media, Haji Lulung sampai ikutan bikin heboh di Twitter. Tapi tidak semua orang yang tidak suka dengan sikap sang haji yang dikenal berani ini.
Ada seorang selebritis Indonesia yang dari awal mendukung Haji Lulung. Dan orang ini adalah si pengacara yang suka mencari sensasi di setiap media, Farhat Abbas.


Dewapoker ,  Pokerclub88 , Poker88 , Situs Poker Online , Texas Poker , Poker Online

Farhat Abbas sebelumnya juga ikut gerah dengan pernyataan hinaan yang disampaikan Kaka Slank kepada Haji Lulung. Mantan suami Nia Daniati ini bahkan meminta Haji Lulung untuk segera melaporkan Kaka Slank dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Farhat Abbas sendiri sebelumnya pernah terlibat kisruh mengenai Olga Syahputra yang memberi penjelasan bahwa Olga Syahputra sudah meninggal, dikarenakan tidak ada orang yang mampu memberikan bukti bahwa Olga Syahputra masih hidup. Belakangan ini memang Olga Syahputra sudah lama tidak terlihat di program televisi dikarenakan sakit yang diderita Olga Syahputra.

Farhat Abbas dan Haji Lulung di Twitter

Ternyata dukungan Farhat tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Jumat (20/3), Farhat mengunggah fotonya bersama dengan Haji Lulung dengan caption penuh janji manis. "Pembela H Lulung Jiwa Raga! #SaveHajiLulung," tulis Farhat yang pamer jempol di foto tersebut.

Dan banyak juga Netizen memberi komentar positif maupun negatif terhadap pengacara Indonesia tersebut, ada yang setuju dengan dan ada yang bilang Farhat numpang tenar, ada juga yang bilang Haji Lulung mirip pengacara yang menyebut dirinya sebagai presiden oposisi Indonesia.

Jika para Netizen setuju dengan Farhat Abbas yang siap membela Haji Lulung sampai mati. Ayo Share pendapat kalian di sini.





22/03/2015
Sumber : Poker Online Indonesia
Penerbit : RimbaADM

Senin, 21 Juli 2014

Catat 6 Janji Jokowi Kalau Terpilih


www.mentaripoker.com -- Juru bicara Timkamnas pasangan Jokowi-JK, Hasto Kristianto, di Jakarta, Sabtu (19/7), mengatakan bahwa penghitungan suara yang dilakukan lembaga-lembaga survei kredibel melalui hitung cepat, rekapitasi suara riil yang dilakukan DPP PDI Perjuangan maupun relawan, serta rekapitasi suara secara berjenjang yang dilakukan KPU hingga ke tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, semuanya telah memberi arah kemenangan kepada pasangan Jokowi-JK.
Timkamnas Jokowi-JK memberikan kepercayaan kepada KPU untuk melakukan rekapitulasi suara nasional secara jujur dan adil serta kepada Bawaslu untuk dapat melakukan pengawasan secara menyeluruh.

"Kami mempercayakan kepada penyelenggara Pemilu baik KPU maupun Bawaslu untuk benar-benar mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam rekapitulasi suara. Kami juga memberikan kepercayaan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan betul-betul mengawal proses transisi kepemimpinan ini agar berjalan secara aman dan damai," katanya.
Berikut ini sejumlah visi dan misi yang dipaparkan Jokowi:
Pertama, pendidikan. di sektor pendidikan, Jokowi menekankan pada revolusi mental, yang dinilainya akan efektif bila dimulai sejak sedini mungkin dari jenjang sekolah, terutama pendidikan dasar.
Menurut Jokowi, siswa sekolah dasar (SD) sepatutnya mendapatkan materi pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, dan pendidikan etika sebesar 80 persen, sedangkan ilmu pengetahuan cukup 20 persen.
"Saat ini anak-anak SD sudah dijejali dengan matematika, IPA, IPS, dan bahasa Inggris, sehingga pendidikan etika, perilaku, dan moralitas, tidak disiapkan pada posisi dasar," kata Jokowi.

Kemudian secara berjejang kata dia porsi ilmu pengetahuan di tingkatkan pada SMP menjadi 40 persen, sedangkan pendidikan karakter dan budi pekerti menjadi 60 persen. Pada tingkat SMA, pendidikan ilmu pengetahuan ditingkatkan lagi menjadi 80 persen serta pendidikan karakter dan budi pekerti diturunkan menjadi 20 persen.

Kedua, pertanian. Di sektor pertanian, Jokowi menilai Indonesia masih membutuhkan banyak lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Untuk membangun lahan pertahuan dibangun waduk atau bendungan dan sistem irigasi pada lahan pertanian.

Ketiga, kelautan. Di bidang kelautan, Jokowi menyoroti nelayan lokal Indonesia kalah bersaing dengan nelayan asing karena teknologi penangkapan ikannya tertinggal. Jokowi berjanji, jika terpilih sebagai presiden akan menyediakan kapal-kapal modern untuk para nelayan yang disertai dengan pelatihan bagi para nelayan.

Keempat, energi. Di bidang energi, Jokowi menyoroti besarnya subsidi BBM dan subsidi listrik. Hal ini dapat diminimalisir dengan mengalihkan sumber energi dari BBM ke gas, karena Indonesia memiliki depsot gas sehingga anggarannya jadi lebih murah.

Kelima, infrastruktur. Di bidang infrastruktur, Jokowi menyoroti masih kurangnya pengembangan infrastruktur di laut, pengembangan bandara, maupun penambahan jalur kereta api.
Untuk infrastruktur laut, ia menilai, jika dapat dimaksimalkan maka ke depannya tidak ada lagi ketimpangan harga antara daerah yang satu dengan yang lain. Dia mengistilahkan konsep pembagunan infrastruktur laut yang akan dengan istilah tol laut.

Keenam, administrasi birokrasi. Jokowi menjelaskan, jika terpilih ia akan segera menerapkan sistem elektronik dan jalur online dalam hal pengadaan barang dan jasa di seluruh institusi pemerintah, termasuk dalam hal pengawasannya.
Sistem tersebut, kata dia, sudah mulai diterapkannya di lingkungan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Selasa, 10 Juni 2014

Perbedaan Jokowi dan Prabowo

Inilah Perbedaan Jokowi dan Prabowo versi MentariPoker – Jika Anda mencari nama Joko Widodo di jejaring sosial twitter, Anda hanya akan menemui akun-akun tak terverifikasi bernama Jokowi dan simpatisan saja. Beda soal jika Anda mengetik “Prabowo”, satu akun terverifikasi dan jadi satu-satunya Prabowo di Twitter.


Di jejaring sosial ada kecenderungan menarik jika mencermati pertarungan Pemilihan Presiden. Sebelum itu, terlebih dahulu lupakan Aburizal Bakrie dalam peta kekuatan. Pencalonan Bakrie memang sah-sah saja, namun di sosial media namanya lebih sering jadi bahan olok-olok. Sementara Rhoma Irama? Sepertinya terlalu jauh dari titel Capres.

Pengamatan tentu tertuju pada dua tokoh besar, Prabowo Subianto dan Joko Widodo atau Jokowi. Keduanya jadi nama yang terlalu sering muncul di media sosial.

Di media sosial, Prabowo barangkali yang terlihat lebih peduli. Prabowo punya satu akun pribadi di twitter dengan nama @Prabowo08. “Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Bergabunglah dengan saya demi wujudkan Indonesia Raya yang bersih, kuat, aman, berwibawa & berdikari.#IndonesiaBangkit,” tulis dalam profil akun yang telah terverifikasi itu.

Prabowo bahkan telah mendaftarkan akun ini sebelum Pilpres lima tahun silam, tepatnya 17 Mei 2009. Jumlah followernya tak terlalu fantastis, hanya 699.448 orang. Jumlah ini bahkan lebih sedikit dari akun “palsu” Joko Widodo yang jumlahnya mencapai 1.339.405 followers.

Saat mengetik nama “Joko Widodo” atau “Jokowi” di twitter, Anda akan menemukan banyak akun dengan nama Jokowi yang jumlahnya lebih banyak dari jari kedua tangan Anda. Belum lagi nama Jokowi yang disematkan dalam akun simpatisan seperti “Jokowi Fo RI-1”dan “Jokowi 2014”. Lalu bagaimana dengan Prabowo?

Nama “Prabowo” untuk dimaksudkan “Prabowo Subianto” sejauh ini hanya ada satu sementara akun simpatisan hanya ada beberapa. Followernya juga tak terlalu banyak.

Sementara akun yang punya kecenderungan pada kedua tokoh ini tentu akan banyak ditemui. Yang paling kentara barangkali akun @Triomacan2000. Akun ini sudah sejak Jokowi mencalonkan Gubernur DKI Jakarta menguak tuduhan konsprirasi Jokowi.

Akun ini punya peran besar dalam kemunculan berbagai kampanye negatif seputar Jokowi. Salah satunya tuduhan soal cukong dibaling kepemimpinan Jokowi hingga Stan Greenberg, yang katanya master plan pencitraan Jokowi.

Stan Greenberg seorang konsultas politik lulusan Harvard University. Dialah tokoh dibalik suksesnya kampanye Bill Clinton dan Barack Obama. Nama terakhir diantarkannya berkat pencitraan di Facebook dan Twitter.

Sedangkan Prabowo juga punya “musuh” di twitter. Dari yang terang-terangan membahas persoalan HAM yang jadi “dosa besar” Prabowo hingga yang dikemas dengan guyonan satir. Sebagai contoh, akun @CapresJokes di twitter punya kecenderungan negatif pada Prabowo.

Prabowo vs Jokowi di Facebook

Lompat ke Facebook. Situs milik Mark Zuckerberg ini juga menempatkan nama “Jokowi” bak rumput sintetis, jumlahnya banyak tapi tak ada satupun yang asli. Sedangkan Prabowo lagi-lagi punya akun terverifikasi. Jumlah pengikutnya mencapai 4,8 juta, jumlah yang bahkan lebih banyak dari pengikut Susilo Bambang Yudhoyono yang tak sampai 3 juta.

Nah, akun Facebook inilah yang jadi basis kekuatan terbesar Prabowo Subianto di internet. Berbagai isu direspon dengan cepat dalam akun ini. Akun ini mengupas tuntas eks-Danjen Kopasus dengan berbagai prestasi dan pandangannya tentang kepemimpinan Indonesia.

Semua nyaris dimulai dari akun ini. Bahkan, dari hal terkecil seperti kemiripan Prabowo dan Al Ghazali, anak musisi Ahmad Dhani yang sedang naik daun.

Sejauh ini, jika melihat peta kekuatan di internet, Prabowo Subianto punya lebih banyak amunisi dibanding Jokowi. Meskipun tak dapat dipungkiri, Jokowi punya pasukan pendukung setia yang belakangan akrab disapa “Pasukan Nasi Bungkus”.

Bagaimanapun juga perang di media sosial internet jadi warna baru pertarungan politik di tahun pemilu 2014 ini. Tentu berbeda jauh dengan kondisi lima tahun silam, dimana teknologi internet tak terlalu maju seperti sekarang. Hal ini bisa jadi menarik untuk di simak.

Popularitas di dunia maya memang tak menjamin satu tokoh akan unggul dalam persaingan sesungguhnya. Namun setidaknya jejaring sosial adalah satu segmen yang patut dicermati para politisi.